16 Desa Di Sikka Dilibatkan Dalam Pengelolaan DAS Riawajo

Maumere, lingkar-desa.com,- Enam belas desa di Sikka dilibatkan dalam pengelolaan Daerah  Aliran Sungai (DAS) Riawajo. Desa-desa tersebut merupakan desa yang dilalui oleh DAS Riawajo yang meliputi 3 kecamatan yakni Paga, Mego dan Tanawawo.

Keenambelas desa dimaksud yakni Masebewa, Wolorega, Bu Watuweti, Bhera, Wolodesa, Paga, Tenggara, Bu Utara, Napu Gera dan Gera. Selain itu, Desa Loke, Parabubu, Liakutu, Detubinga, Tuwa dan Koro Bhera.

Manager Program Caritas Keuskupan Maumere, Yuvens Wangge menyatakan metode intervensi yang ditawarkan ke desa-desa yakni dengan mejadikan agenda pengelolaan DAS Riawajo sebagai bagian dari RPJMD masing-masing desa.

“Tujuannya untuk mendorong peran aktif desa dalam pelestarian lingkungan hidup dan kesiapsiagaan dini dalam menghadapi bencana,” terang Yuvens beberapa waktu lalu di Sylvia Hotel Maumere.

Bencana dan longsor kerap menghantui masyarakat di sepanjang DAS Riawajo, Kabupaten Sikka. Dokumen Rencana Pengelolaan DAS Terpadu menyebutkan terdapat 22.364,25 ha areal rawan banjir dan longsor di DAS terbesar kedua di Sikka tersebut.

Masalah di DAS Riawajo itu lebih pada karakter fisik alami dan masalah sosial kemasyarakatan seperti lahan kritis, kualitas dan pemanfaatan air, serta bencana longsor dan banjir.

Di Sikka sendiri terdapat 103 DAS. Namun 3 DAS yang paling besar adalah DAS Nangagete, DAS Dagesime dan DAS Riawajo. (Are de Peskim)

Share this article

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

one × 2 =