Hari Tani Nasional; Apa dan bagaimana?

Di NTT Hari Tani Nasional (HTN) kurang mendapatkan perhatian. Setiap 24 September peringatan HTN di NTT nampak sepi. Paling banter peringatan HTN dirayakan oleh sekelompok mahasiswa dengan berdemonstrasi menuntut perubahan nasib petani. Itu pun dominan dilakukan di Kupang, ibu kota provinsi. Meski demikian, di kalangan mahasiswa di NTT, Hari Tani Nasional belum menjadi hari penting untuk diperingati. Hal itu dapat dilihat dari terbatasnya organisasi mahasiswa yang merespon HTN.

Di kota-kota lain di Indonesia terutama di Jawa, HTN menjadi agenda rutin. Peringatan HTN diwarnai dengan aksi-aksi organisasi-organisasi tani. Elemen lain pun turut terlibat seperti buruh, mahasiswa dan kaum miskin kota. Mereka menuntut perubahan nasib petani dengan mengangkat isu-isu seperti reforma agraria, tolak impor, subsidi bagi petani, dan lain sebagainya.

Penetapan 24 September sebagai HTN merujuk pada tanggal ditetapkannya UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria tepatnya pada Rabu 24 September 1960. Agenda ini mengingatkan kita agar tidak lupa akan lahirnya Undang-Undang No 5/1960 tentang Pokok Agraria (UUPA) pada era Bung Karno, yang membawa cita-cita untuk menjalankan reformasi agraria.

Hari Tani Nasional sendiri ditetapkan berdasarkan pada Keputusan Presiden Soekarno tanggal 26 agustus 1963 Nomor 169/1963, menandakan pentingnya peran dan posisi petani sebagai entitas dan soko guru (tulang punggung) bangsa yang kerap dilupakan. Setiap tahunnya, ribuan petani turun ke jalan untuk memperingati Hari Tani Nasional di berbagai kota di Indonesia. Sebuah perayaan yang lebih banyak diliputi keprihatinan daripada kebanggaan, mengingat kondisi petani kita yang jauh dari kesejahteraan.*** (Are de Peskim)

 

Selamat Hari Tani Nasional 2018. Hidup Petani!Hidup Rakyat!

Please follow and like us:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

19 + nine =