Komunitas Adat Di Sikka Belajar Pemetaan Ulayat

Maumere, lingkar-desa.com- Sejumlah utusan komunitas adat di Sikka belajar Pemetaan Partisipatif Non Geospasial. Pelatihan yang diselenggarakan pada Sabtu (22/9/2018) di Nangahale ini difasilitasi oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara.

Ketua AMAN Wilayah Nusa Bunga, Philipus Kami mengatakan pelatihan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan metode pemetaan wilayah adat. Komunitas-komunitas adat diharapkan dapat memetakan sendiri wilayah adatnya. “Ini penting agar masyarakat adat bisa memiliki peta mandiri atas wilayah adatnya,” terang Philipus Kami beberapa waktu lalu.

Ditambahkannya peta wilayah ulayat tersebut merupakan informasi penting yang dapat dipakai sewaktu-waktu apabila diperlukan misalnya untuk menyelesaikan konflik dan lain sebagainya. “Saat ini komunitas adat di Sikka sedang memperjuangkan adanya Perda Pengakuan Masyarakat Adat. Peta ini akan dilampirkan di dalamnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua AMAN Flores Bagian Timur, Sius Nadus membenarkan sampai saat ini komunitas adat di Sikka belum memiliki peta wilayah ulayat. “Beberapa sudah pernah melakukan pemetaan partisipatif tetapi dokumennya sudah tidak ada,” terangnya.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 4 komunitas adat. Keempat komunitas adat tersebut antara lain Natarmage, Utan Wair, Dobo, dan Mbengu.***

Share this article

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

4 × 5 =