Mengenal Potensi Wisata Kojagete Lewat Cinderamata

Maumere, lingkar-desa.com- Lingkungan hidup dan aktifitas ekonomi rakyat bisa menjadi sumber inspirasi untuk berkarya. Cinderamata atau kerajinan tangan yang dibuat mewakiki kehidupan para pembuatnya.

Inilah yang dilakukan oleh Komunitas Kreatif Kojagete. Mereka membuat aneka ragam kerajinan tangan bertema laut dan pesisir. Hasil karya tangan mereka antara lain miniatur rumah panggung, miniatur perahu layar, miniatur speed boat dan beberapa bentuk miniatur lainnya.

Ada pula kerajinan tangan lainnya yang dibuat dari kerang laut. Intinya selain menceritakan kehidupan dan alam mereka, cinderamata yang dihasilkan berasal dari bahan yang ada di sekitar mereka.

Kojagete belum lama ini dipilih oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka untuk mewakili Sikka dalam pameran pariwisata di Bali.

Memang perlu diakui, Kojagete kalah populer dibanding Pangabatang, Desa Perumaan. Akan tetapi, tidak berarti Kojagete tak memiliki potensi.

Kehidupan masyarakat pesisir dan keindahan laut bisa memberikan pengalaman baru bagi mereka yang berkunjung. Menariknya dari segi etnografi, penduduk Kojagete beragam. Ada etnik Bajo, ada etnik Palu’e dan juga Krowe.

Kepala Desa Kojagete, Sahut Firmansyah menerangkan Kojagete sebenarnya memiliki banyak potensi wisata. Ada kawasan pantai pasir putih, ada Pulau Somber dan ada pula Liang Kelelawar di Busung Bero. “Tahun ini kita akan mulai lakukan pengembangan,” terangnya saat dihubungi pada Selasa, 16/10/2018.

Sahut merencanakan akan memulai dengan pemetaan potensi dan menyiapkan kelompok masyarakat. Di Dusun Nele ada potensi wisata pantai, di Ne Bura ada kelompok kreatif yang memproduksi kerajinan tangan.

Di Dusun Nanga akan dipersiapkan menjadi Kampung Sentra Tenun Ikat. “Di Ne Bura dan Nanga kelompoknya sudah mulai berjalan,” tandas Sahut. *** (Mus Mulyadi)

Please follow and like us:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

two × 3 =