Atasi Erosi, ‘Bingkai A’ Jadi Pilihan Petani Desa Napugera

Maumere Lingkar-Desa, Tiga kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan “Kema Sama” Desa Napugera hari ini, Jumad, 19 Oktober 2018 melakukan praktik terasering ‘Bingkai A’ di Desa Napugera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka.

Praktik tersebut dihadiri kurang lebih 30 anggota kelompok dari 3 kelompok tani antara lain, KWT Sedang Mekar, Tunas Baru dan Rate Wengu. Kegiatan praktik ini difasilitasi oleh staf lapangan Wahana Tani Mandiri (WTM) bersama kader tani Desa Napugera.

Sebelum turun kebun, kelompok mendapat pengarahan teknis dari fasilitator.

Ketua Gapoktan “Kema Sama”, Desa Napugera, Paulus Rega mengatakan, praktek pembuatan terasering Bingkai A sudah cukup lama tidak dipraktekan di Desa Napugera sejak tahun 90-an.

Menurut Rega, ini adalah kesempatan baik dari WTM untuk mengembalikan ingatan petani bagaimana menghadapi erosi.

“Tahun 90 an, kami pernah melakukan praktek ini, hanya saja teras-teras tersebut tidak dirawat sehingga semuanya rusak dan kondisi tanah kembali miring dikikis air,” kenang salah satu anggota kelompok, Pius Jua.

Pilihan pembuatan terasering Bingkai A adalah tepat bagi petani ladang di Desa Napugera. Hal ini karena secara topografi Desa Napugera merupakan bentangan perbukitan dengan kemiringan yang cukup di hampir semua ladang pertanian.

Dengan demikian pembuatan teras ‘Bingkai A’ merupakan solusi tepat bagi petani Napugera.

Selain sebagai penahan erosi, dalam pola pertanian terpadu teras juga memberi manfaat lain bagi petani karena tentunya diatas gulutan teras akan di tanami jenis tumbuhan leguminosae atau polong-polongan seperti jenis Leucaena Leucocephala (Lamtoro)dan Gliricidia Sepium (Gamal). Jenis tumbuhan ini akan ditanam secara generatif diatas gulutan teras yang nantinya akan bermanfaat sebagai pasokan makanan ternak dan sekaligus sebagai pupuk organik.

Yang unik dari praktik terasering kali ini adalah usai melakukan praktik, semua peserta mengunjungi “Babo Gera”, makam tuan tanah Gera. Menurut warga, makam biasanya dikunjungi warga jelang musim tanam.*** (Mus Muliadi/lingkar-desa.com).

Please follow and like us:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

14 − 12 =