Menanti Geliat Kawula Muda Desa Rubit

Maumere, lingkar-desa.com- Rubit merupakan nama salah satu desa di Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka. Desa ini mengandung bermacam-macam hasil alam yang berlimpah seperti kopi, kakao dan vanili. Juga menyimpan jejak-jejak peradaban dan kebudayaan yang masih alamiah. Bila berada di sini, siapa saja pasti takkan menemukan kebisingan laiknya situasi perkotaan. Sebab, yang ada adalah orang-orang yang kebanyakan sibuk dengan aktivitas di masing-masing kebunnya.

Pada lain hal, perkampungan Rubit juga memiliki anak-anak muda yang aktif dan kreatif dan tentunya siap memberikan kontribusi positif untuk perkembangan wilayahnya. Anak-anak muda tersebut tidak hanya berkutat pada aktivitas kerohanian, tapi juga nimbrung dalam kegiatan-kegiatan sosial.

Saya sempat menemui salah satu kelompok orang muda tersebut pada Selasa, 15 Mei 2018 di pelataran kapela Santo Petrus Watuwitir, Rubit. Mereka tampak sedang menyiapkan diri untuk mengadakan pertemuan bersama membahas aktivitas kreatif kaum muda dan merancang program-program kerja ke depannya.

“Kami mau bikin diskusi atau semacam tukar pikiran begitu tentang aktivitas-aktivitas yang harus kami buat ke depannya. Kebetulan, kami juga kedatangan salah satu pegiat seni dari kota Maumere sehingga kita bisa syering bersama,” ujar Rian Gewar, salah seorang anak muda di situ.

Anak-anak muda yang kebanyakan tergabung dalam kelompok Orang Muda Katolik (OMK) Watuwitir, Rubit ini juga sedang mempersiapkan diri untuk membawakan acara dalam perarakan salib yang sedang berlangsung di paroki Salib Suci Kloangrotat. Selain di kelompok OMK, beberapa dari mereka juga membentuk kelompok paduan suara sendiri dan telah beberapa kali dipakai di wilayah Maumere. Kelompok paduan suara tersebut bernama Ajaib Voice dan merupakan campuran anak-anak muda dari kampung Woloklereng, Romanduru, Wolorita, Ohe, dan Watuwitir.

“Kami ingin tunjukkan bahwa anak-anak muda di sini itu tidak identik dengan mabuk-mabukan atau tawuran saja. Kami ingin ubah citra seperti itu sehingga kami saling ajak satu sama lain untuk berkumpul dan buat hal-hal positif,” demikianlah tutur Emanuel Mula sebagai salah seorang senior di situ. Rumah Emanuel Mula inilah yang biasa jadi tempat mereka berkumpul.

Marsel Migo, salah satu tokoh masyarakat di situ pun mengapresiasi niat baik anak-anak muda tersebut. Menurutnya, kehadiran teman-teman yang baru pulang kuliah dari luar juga sangat memberikan kontribusi positif untuk teman-temannya yang ada di kampung. “Ada yang dulu waktu kuliah biasa main musik sekarang bisa bantu untuk kembangkan lagi itu di sini. Ada juga yang pernah kuliah di Ledalero sehingga ide-ide mereka tentu sangat dibutuhkan. Intinya, mereka harus tetap jaga semangat ini,” ujar Marsel.

(Anak-anak muda Rubit berpose bersama dalam kegiatan di salah satu pantai. Dokumentasi: Yossi Mula)

Tentu berkumpul saja tidaklah cukup. Hal yang terpenting ialah bagaimana ide-ide mereka dapat disalurkan ke dalam berbagai aktivitas aktual yang memberikan kebergunaan bagi masyarakat. Mari kita tunggu saja apa yang akan mereka buat ke depannya.***

Please follow and like us:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

17 − seven =