Pesta Laut, Cara Orang Pamana Perkenalkan Pulau Kambing

Maumere, lingkar-desa.com- Pemerintah dan masyarakat nelayan Desa Pamana menggelar Pesta Laut pada Rabu, 23/10/2018. Pesta laut tersebut berpusat di Pulau Kambing. Sebuah pulau kecil di hadapan Pulau Pamana yang masuk dalam wilayah Desa Pamana.

Pergelaran pesta laut tersebut dimaksudkan untuk memperkenalkan potensi wisata yang ada di Pulau Kambing. “Pulau Kambing berpotensi sebagai objek wisata. Pada zaman dahulu sudah sering dikunjungi namun pasca gempa 92 Pulau Kambing jarang dikunjungi,” terang Kades Pamana, La Ampo pada Rabu, 23/10/2018.

La Ampo menegaskan Pesta Laut berbeda dengan Sedekah Laut. Sedekah Laut berarti memberi makan pada laut sementara Pesta Laut hanyalah upacara syukuran. “Ada imam panjatkan do’a, ada perahu-perahu kecil dilepas ke laut tetapi tidak berisi makanan. Jadi tidak sama seperti ritual sedekah laut,” tegasnya.

Terkait Pulau Kambing La Ampo bertutur pulau pasir putih tersebut sebenarnya bernama Pulau Anano. Akan tetapi, pada masa kerajaan Sikka, Anano dijadikan tempat pemeliharaan kambing. Dari sana lah nama Pulau Kambing berasal.

Ditambahkannya Pulau Kambing memiliki pantai berpasir putih dan alam bawah laut yang indah. “Di tengahnya kami rencanakan akan ada dua kolam,” tambahnya.

Pesta Laut ini diikuti oleh Pemerintahan dan Warga Desa sekitar di gugus Teluk Maumere. Selain itu, Pemda Sikka dan Pemerintah Kecamatan Alok.

Pembiayaan pesta laut ini bersumber dari Dana Desa 2018 sebesar Rp 13 juta.***

Please follow and like us:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

thirteen − 10 =