BUMDES Watugong Kembangkan Dua Minuman Dari ‘Moke’ Petani

BUMDES Watugong Kembangkan Dua Minuman Dari ‘Moke’ Petani Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Mitra Usaha Desa Watugong, Kecamatan Alok Timur, Sikka saat ini sedang mengembangkan dua jenis minuman beralkohol. Moke, nama lazim untuk olahan tuak dari nira lontar di Maumere tersebut disublim kembali oleh salah satu unit usaha BUMDES Mitra Usaha yakni IKM Lontar.

Kedua produk minuman beralkohol tersebut yakni ‘Moke’ dan ‘Anggur Lontar’. ‘Moke’ meminjam nama aslinya lantaran hanya disublim kembali tanpa tambahan bahan lain sementara ‘Anggur Lontar’ merupakan hasil sublimasi moke dengan tambahan rempah dan gula.

“Tidak banyak yang berubah. Kalau ‘Moke’ olahan kami jadi lebih jernih dan aromanya tidak kuat sedangkan ‘Anggur Lontar’ mengalami perubahan warna dan rasa,” ungkap Direktur BUMDES Mitra Usaha, Stefanus pada Rabu, 15/5/2019 lalu di bengkel produksinya di Desa Watugong.

‘Moke’ memiliki kandungan alkohol 25 persen sementara kandungan alkohol pada Anggur Lontar sebesar 10 persen. Untuk sementara ‘Moke’ dinilai seharga Rp 60.000 sementara Anggur Lontar seharga Rp 50.000. “Bahan bakunya kami beli dengan harga standar sesuai di pasaran,” ungkap Stefanus.

Menurut Kepala Desa Watugong, Yohanes Capisrano, inovasi terhadap moke olahan petani tersebut dimaksudkan untuk memberikan nilai lebih pada produk rakyat. Pasalnya, moke merupakan sumber pendapatan dari sebagian besar masyarakat Watugong. Tujuannya lainnya adalah meningkatkan Pendapatan Asli Desa.

“Saat ini kami masih sebatas promosi. Belum ada saluran pemasaran yang baik dan izin distribusi dari BPOM,” ujarnya.* * * (AdP)

Share this article

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

nine + twenty =