Pestisida Kimia Mahal dan Merusak, Kamu Bisa Buat Pestisida Sendiri

Hama dan penyakit adalah musuh petani. Meskipun demikian, upaya melawan hama dan penyakit tidak seharusnya menimbulkan masalah baru.

Petani kerap membeli pestisida di toko untuk mengusir hama dan mengobati tanaman yang terserang penyakit. Akibatnya bukan hanya harus menguras uang, pestisida kimia juga merusak tanaman dan menjadikan hama makin kebal.

Padahal alam telah menyediakan bahan dan cara untuk melawan hama atau pemyakit.

Atasi keluhan hama dan penyakit pada tanaman anda dan berhentilah mengeluh tentang mahalnya produk pestisida kimia.

Mari kembali mengolah yang organik dengan bahan yang ada di sekitar lingkungan kita. Kenali persediaan bahan di alam kita dan mulailah dengan melakukannya.

Berikut bahan, alat dan cara pembuatannya;

Bahan
Semua jenis tumbuhan yang mengandung rasa pahit, pedis, dan tumbuhan lainnya yang beraroma tingi. Tanaman dengan karakter seperti disebutkan di atas dapat diambil daun, kulit, buah/biji, batang, umbi maupun akar. Sebagai contoh tubah (akar), ubi gadung (umbi), mahoni (biji), nimba (daun), bawang putih, lombok (biji), (daun).

Kita juga perlu menyiapkan EM 4 untuk membantu proses fermentasi. Kualitas hasil pembuatan ditentukan berapa banyak bahan yang disiapkan. Semakin banyak jenis bahan yang digunakan, semakin bagus kualitas pestisida yang dihasilkan.

Alat
-Gentong yang ada penutupnya
-Lesung dan alu
-Parut
-Parang
-Batu ulek
-Masker dan kaus tangan
-Plastik bening berdiameter gentong yang telah disiapkan
-Karet ban dalam (pengikat pada tutupan gentong)

Cara membuat
Pisahkan bahan-bahan yang telah disiapkan antara daun, kulit, buah, biji, umbih, batang, akar ditambah bawang putih dan lombok.

Daun dan buah dicacah, umbi diparut, batang dan akar dipotong kecil-kecil.

Masing-masing bahan yang sudah dicacah, dan dipotong ditumbuk hingga halus selanjutnya digabungkan menjadi satu. Tumbuk bawang putih dan lombok lalu campurkan bersama bahan yang lainnya.

Selanjutnya masukkan semua bahan yang sudah dicampur ke dalam gentong dan diaduk hingga rata. Lalu tuangkan EM 4 secukupnya.

Agar kedap udara, sebelum gentong ditutup rapat lapisi dengan plastik pada penutupnya dan ikat dengan karet binen yang ada. Jangan lupa tutup rapat penutupnya. Biarkan bahan-bahan tersebut difermentasi sekurang-kurangnya selama 14 hari atau 2 minggu.

Pemanenan
Setelah 14 hari masa fermentasi maka tibalah waktunya pemanenan. Sebelum memulai panen anda perlu siapakan beberapa bahan antara lain; karung goni bekas, jerigen kosong atau botol kosong.

Buka tutupan gentong dan mulailah penyaringan dan pemerasan dengan menggunakan karung goni. Hasil penyaringan dan perasan air diisi dalam jerigen atau botol yang telah diasiapkan.

Ampas dari hasil perasan dikubur secara teratur agar terhindar dari ternak piaraan. Air hasil fermentasi yang sudah disaring sudah menjadi pestisida organik.

Cara Pemakaian
Pestisida organik hasil fermentasi akan dicampur dengan air biasa untuk penyemprotan. Perbandingan campuran air biasa dan pestisida organik adalah 1 liter air : 8 ml pestisida atau 8 tutupan botol untuk 1 liter air. Pestisida organik ini cocok untuk semua jenis tanaman baik komoditi maupun hortikultura.

Peringatan

Selama proses pembuatan dan pemanenan jangan lupa selalu gunakan pengaman (masker dan kaos tangan) dan jauhi dari jangkauan anak-anak karena ada bahan-bahan yang mengandung racun.* * *

Share this article

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

seven − four =