Peringati Hari Ibu, KPI Sikka Berbagi Ilmu Dengan Perempuan Desa

Bagikan!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Perempuan anggota BP Sinar Reroroja belajar membuat sabun cair bersama Koalisi Perempuan Indonesia cabang Sikka (Foto: Dok. KPI Cabang Sikka)

lingkar-desa.com- Ada aneka cara memperingati hari ibu. Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) cabang Sikka memilih berbagi ilmu dengan perempuan desa.

Pada peringatan Hari Ibu 22 Desember 2019 lalu, KPI Sikka menggelar sosialisasi kekersan perempuan dan pelatihan membuat sabun cair bersama perempuan-perempuan Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda. Para perempuan desa tersebut tergabung dalam BP Sinar Reroroja.

Kegiatan yang berlangsung di salah satu rumah warga pada Senin (23/12/2019) lalu tersebut diikuti oleh 20 perempuan. Pemateri dalam kegiatan yakni pegiat Kiper HAM, Heri Fernandes dan Sekretaris KPI Cabang Sikka, Vin Claudya.

Para peserta memiliki latar belakang beragam yakni kelompok disabilitas, perempuan nelayan, ibu rumah tangga dan perempuan tani. Meskipun demikian, mereka bisa belajar bersama sampai menghasilkan sabun cair.

Diharapkan keterampilan tersebut bisa bermanfaat untuk membantu mengatasi kebutuhan sabun di masing-masing rumah tangga. Selain itu, kaum perempuan yang mengikuti pelatihan bisa berdaya dengan sumber daya yang ada.

Kepada media ini, Sekretaris KPI Sikka, Vin Claudia mengatakan peringatan Hari Ibu harus menjadi ruang refleksi untuk memperjuangkan kesetaraan dan keadilan termasuk meawan perkawinan usia dini yang marak belakangan. “Perjuangan kaum perempuan harus bebas dari sekat agama, golongan, ras, budaya dan kelas,” tegas Vin melalui Whatsapp pada Senin (23/12/2019) lalu.

Menurutnya, peringatan Hari Ibu pasca Orde Baru lebih menyerupai perayaan Mother’s Day di Amerika Serikat. Padahal keduanya memiliki latar belakang sejarah yang berbeda.

Hari Ibu di Indonesia didasarkan pada Kongres Permpuan Indonesia pertama di Yogyakarta paad 22-25 Desember 1928. Kongres ini masih terkait dengan Kongres Pemuda yang menjadi tonggak Kebangkitan Nasional.

“Hari Ibu merupakan tonggak sejarah perjuangan kaum perempuan untuk merebut posisi yang lebih adil dalam masyarakat,” terangnya. * * *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *