Amoniasi; Cara Olah Jerami Padi Jadi Pakan Ternak Sapi dan Kambing

Bagikan!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Gambar: Ilustrasi jerami (Sumber:Istimewa)

lingkar-desa.com-Peningkatan produksi ternak ruminansia (sapi, kambing, domba) memerlukan penyediaan pakan dalam jumlah yang besar.

Salah satu sumber pakan ternak ruminansia yang potensial adalah limbah jerami padi. Umumnya jerami padi mempunyai kualitas yang kurang baik karena kandungan serat kasar yang tinggi. Upaya peningkatan kualitas limbah jerami padi tersebut dapat dilakukan dengan teknologi amoniasi jerami padi.

Teknologi amoniasi jerami padi bertujuan untuk memperbaiki nutrisi dan kecernaan, meningkatkan fermentasi ruminal dengan menambahkan nutrisi yang kurang, meningkatkan konsumsi dengan cara memperbaiki palatabilitas (kesukaan ternak), dan meningkatkan kandungan energi dalam pakan.

Jerami padi banyak tersedia di sekitar kita tetapi sangat jarang dimanfaatkanm dengan baik dan produktif. Kebanyakan hanya dibakar dan dijadikan pupuk alami. Oleh karena itu, dengan artikel ini diharapkan dapat membantu para petani peternak dalam memanfaatkan limbah jerami padi menjadi alternatif pakan ternak secara berkualitas.

Langkah-langkah

Pertama, timbang jerami padi sesuai jumlah yang diperlukan.

Kedua, cacah dengan ukuran sekitar 5-10 cm, dan disiapkan silo/penampung. Silo dapat berupa plastik atau terpal atau drum plastik.

Ketiga, siapkan urea sebanyak 6 % dari bobot jerami padi yang digunakan. Misalnya : jumlah jerami padi yang diolah sebanyak 50 kg maka urea yang dibutuhkan sebanyak 6% x 50 kg = 3 kg.

Keempat, siapkan air bersih sebanding dengan jumlah jerami padi yang digunakan dengan perbandingan 1 : 1. Misalnya : jerami padi 50 kg, diperlukan air 50 liter. Jumlah air ini 30% digunakan untuk melarutkan urea yang telah ditimbang.

Kelima, masukkan jerami padi yang telah dicacah ke dalam silo sehingga membentuk lapisan setebal 10-20 cm. Pada setiap lapisan ditambahkan dengan larutan urea secara merata dan setelah itu diberikan dengan air bersih. Jerami padi disusun sedemikian rupa sehingga membentuk tumpukan ke atas.

Keenam, tutup rapat menggunakan tali dan disimpan selama 21 hari.

Ketujuh, setelah penyimpanan, tutup dibuka dan jerami padi amoniasi diangin-anginkan dan selanjutnya dapat digunakan sebagai pakan ternak.

Ciri-ciri hasil amoniasi jerami yang baik antara lain; tekstur jerami relatif lebih mudah putus, berwarna kuning tua atau coklat dan bau amonia. Untuk mengurangi bau amonia, jerami harus dianginkan selama 1-2 jam sebelum diberikan pada ternak.

Jerami hasil amoniase dapat disimpan untuk jangka waktu yang lama. Syaratnya adalah jerami amoniasi tersebut harus dijemur dan dikeringkan di panas matahari hingga kadar air mencapai 20 %. Dengan kandungan kadar air 20%, penyimpanan pada tempat kering dapat bertahan selama 6 bulan hingga 1 tahun tanpa adanya penurunan kualitas. * * *