Yang Bisa Dilakukan Desa Siaga COVID 19 Menurut SE Mendes PDTT Nomor 8 Tahun 2020

Bagikan!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Posko Desa Siaga COVID-19 Desa Geliting, Kecamatan Kewapante, Sikka (Sumber: kumparan.com)

lingkar-desa.com- Merespon ancaman Pandemi COVID-19 di Indonesia pada Selasa (24/3/2020) lalu Mendes PDTT telah mengeluarkan Surat Edaran terkait bagaimana desa terlibat dalam pencegahan dan penanganan COVID-19.

Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 tersebut telah direspon desa-desa dengan membentuk Relawan Siaga COVID-19 atau pun Desa Siaga COVID-19. Beberapa sudah mulai beraksi di lapangan sementara yang lain masih berproses.

Pertanyaannya apa saja yang bisa dilakukan desa untuk mencegah dan menangani Pandemi Corona?

Merujuk pada Surat Edaran Mendes PDTT Nomor 8 Tahun 2020 desa membentuk Relawan Tanggap COVID-19. Tim Relawan dipimpin langsung oleh Kepala Desa selaku ketua dan Ketua BPD selaku wakil ketua. Anggota Tim Relawan terdiri atas perangkat desa, anggota BPD, kepala dusun atau yang setara, ketua RT, ketua RW, Pendamping Lokal Desa, pendamping PKH, Pendamping Desa Sehat, pendamping lainnya yang berdomisili di desa, bidan desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, Karang Taruna, PKK, dan Kader Penggerak Masyarakat Desa.

Selain mereka yang telah disebutkan di atas, Tim Relawan juga bermitra dengan Babinsa, Babinkamtibmas dan Pendamping Desa.

Relawan Tanggap Desa melakukan upaya pencegahan dan penanganan pasien COVID-19.

Dalam hal upaya pencegahan ada beberapa bentuk kegiatan yang bisa dilakukan yakni;

  1. Melakukan edukasi melalui sosialiasi yang tepat dengan menjelaskan informasi terkait COVID-19 baik gejala, cara penularan maupun langkah-langkah pencegahannya,
  2. Mendata penduduk rentan sakit seperti orang tua, balita, serta orang yang memiliki penyakit menahun, penyakit tetap serta penyakit kronis lainnya,
  3. Mengidentifikasi fasilitas-fasilitas desa yang bisa dijadikan ruang isolasi,
  4. Melakukan penyemprotan disinfektan dan menyediakan cairan pembersih tangan di tempat umum seperti balai desa,
  5. Menyediakan alat kesehatan untuk deteksi dini, perlindungan serta pencegahan wabah dan penularan COVID-19,
  6. Menyediakan informasi penting terkait penangan COVID-19 seperti nomor telpon ambulans dan rumah sakit rujukan, dan lain-lain,
  7. Melakukan deteksi dini penyebearan COVID-19 dengan memantau pergerakan masyarakat melalui pencatatan tamu yang masuk ke desa, mencatat keluarnya warga desa ke daerah lain, pendataan warga desa yang baru kembali dari daerah perantauan, dan memantau perkembangan ODP (Orang dalam Pemantauan) dan PDP (Pasien dalam Pemantauan)
  8. Memastikan tidak ada kegiatan warga berkumpul dan atau kerumunan banyak orang seperti pengajian, pernikahan, tontonan atau hiburan massa, dan hajatan atau kegiatan serupa lainnya.

Terkait penanganan pasien COVID-19 apabila ada warga desa yang terpapar terdapat beberapa kegiatan yang bisa dilakukan;

  1. Bekerja sama dengan Puskesmas atau Rumah Sakit Rujukan setempat,
  2. Menyiapkan ruang isolasi di desa,
  3. Merekomendasikan kepada warga yang baru pulang dari perantauan atau luar daerah untuk melakukan isolasi,
  4. Berkoordinasi dengan petugas medis untuk langkah berikutnya terhadap warga yang masuk ruang isolasi